Aneuk Cabak

Tutorial, Komputer, Android, Blogger, Bitcoin

Tampilkan postingan dengan label Info Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Aceh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Mei 2012

Kapal Perang Pakistan Berlabuh di Sabang

Sabang – Danlanal Sabang, Rabu (23/5) pukul 07.30 WIB menerima kedatangan kapal perang miliki negara Pakistan, hadirnya kapal perang asal negara teluk Persia tersebut merupakan kapal perang yang baru didatangkan dari negara pembuatannya yaitu Cina.
Kapal yang bernama Pakistan Navy Ship Azmat tersebut merupakan kapal yang baru dibeli dari negara Cina sebagai negara yang memproduksinya. Panjang kapal 63 lebar 7,5 meter dengan membawa 64 personil Angkatan Laut Pakistan.
Setelah merapat didermaga Teluk Sabang, tamu dari Tentara Angkatan Laut Pakistan tersebut disambut Danlanal Sabang Kolonel Laut (P) Dodi Hermawan, Danlanudal Mayor Laut Sugeng, Sekdako Sabang Amiruddin,SE, Asisiten III Ir.Ridwan Staf Ahli Sayuti,SH, Pasiop Mayor Laut Ali Setiandy, Pasi Intel Mayor Laut Jeffri dan sejumlah undangan lainnya termasuk siswa-siswi dari SMAN serta SMKN Sabang.
Setelah dijamu, kemudian rombongan menuju kantor Walikota Sabang, disana komandan kapal Navy Ship Azmat Letkol Amed menerima cendera mata dari Pemerintah Kota (Pemko) Sabang. Kemudian bersama sejumlah anggotanya berangkat ke Iboih Kecamatan Sukakarya untuk melihat kawasan wisata serta keindahan bawah laut Pulau Rubiah.
Komandan yang memimpin kapal perang tersebut Letnan Kolonel Amed, ketika berbincang-bincang dengan dengan Danlanal Sabang Kolonel Laut (P) Dodi Hermawan, yang didampingi Sekda Kota Sabang Amiruddin,SE Asesten III Ir.Ridwan mengatakan kedatangan kapal yang dikomandoi melalui agen resmi pemerintah Indonesia  itu sebagai silaturrahmi antara Angkatan Laut Paskitan dengan dengan pemerintah Indonesia.
Hal tersebut kata Letkol Amed, juga sebagai tindaklanjuti kerjasama pemrintah Pakistan dengan Indonesia dalam hal pengamanan laut. Karena sebelum kapal menuju Sabang, sebut Letkol Amed pihak pemerintah Pakistan terlebih dahulu telah menyampaikan kepada pemerintah Aceh/Sabang bahwa kapal perang yang baru dibeli dari negara Cina saat pulang menuju Pakistan akan singgah di Sabang. Kedatangan kapal yang dikomandoi itu sebagai wujud kerjasama angkatan laut Pakistan dan Indonesia.
Usai pertemuan di anjungan kapal Pakistan Navy Ship Azmat, Kolenel Laut (P) Dodi Hermawan mengatakan, berlabuhnya kapal perang negara Pakistan ke Sabang adalah hal bagus, pasalnya kedatangan mereka bukan saja dalam rangka memperkenalkan kapal barunya tetapi lebih jauh lagi keuntungan bagi Sabang sendiri.
“Kita bersyukur atas kehadiran kapal perang negara lain ke Sabang, dimana mereka sudah melihat langsung, yang pertama terhadap kesiapan keamanan laut kita, keramah-tamahan masyarakat dan juga sambutan dari pemerintah Sabang yang begitu bersahaja,” jelas Kolonel Dodi.
Kolonel Dodi menambahkan, kapal perang yang tergolong canggih tersebut berada di Sabang selama dua hari, dari hari Rabu 23 sampai Kamis 24 Mei 2012. Selama di Sabang kapal dimaksud berdandar di dermaga Teluk Sabang. Para Angkatan Laut Pakistan juga akan berkreasi ke kawasan wisata seperti Gapang dan Iboih, mereka ingin melihat keindahan bawah laut Pulau Rubiah.
“Nah hal itu juga akan menjadi salah satu kegiatan ppromosi bidang wisata, jadi ada keuntungan lain yang menjadi pemasukan untuk daerah,” ujarnya. (jalal)


Sumber : Acehlink.com

Kamis, 07 Juli 2011

11 Negara Ikuti Festival Layang-layang

Sebanyak 11 negara dipastikan akan mengikuti festival layang-layang internasional yang diselenggarakan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam rangkaian "Banda Aceh Festival" pada 8 hingga 12 Juli 2011.
Wali Kota Banda Aceh, Mawardy Nurdin di Banda Aceh, Rabu, mengatakan, negara-negara yang akan memeriahkan Banda Aceh festival itu yakni India, Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, Italia, Prancis, Jerman, Belanda, Jepang, dan Afrika Selatan.
"Tidak hanya dari luar negeri, peserta dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Jakarta, dan Bali juga akan berpartisipasi," kata Mawardy Nurdin.
Menurutnya, peserta akan memperagakan keunggulan layang-layang dari negara dan daerahnya serta bersaing dengan layang-layang Aceh.
Banda Aceh festival yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan tahun kunjungan wisata 2011 juga akan dimeriahkan oleh ratusan seniman dan budayawan dari berbagai daerah kabupaten/kota serta dari beberapa Provinsi.
Banda Aceh Festival 2011 tersebut akan dirangkai dalam berbagai kegiatan yaitu Banda Aceh Expo, Banda Aceh International Kite Festival, Aceh Food Festival, Lomba Putroe Bungong, Pameran Dekranas se-Aceh, Kemilau Sumatera dan Geulayang Tunang.
Menurutnya, Banda Aceh Festival yang di selenggarakan Pemerintah kota tersebut bertepatan dengan "Kemilau Sumatra" yang merupakan agenda tahunan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. "Kemilau Sumatra menyajikan pesona wisata dari 10 provinsi se-Sumatera," katanya.

Sumber :  http://www.wartakota.co.id

Senin, 09 Mei 2011

Aceh Fair


Kegiatan Aceh Fair Exhibition 2011 yang berlangsung di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh merupakan bagian dari kerja putra-putri Aceh yang peduli dengan hasil karya anak bangsa.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf saat menghadiri acara pembukaan Aceh Fair Minggu (8/5) mengatakan, Aceh fair tidak hanya menonjilkan produk UKM dan Home Industri, tapi juga memberi ruang kepada kalangan dunia usaha untuk melakukan transaksi.

Untuk itu irwandi Yusuf menghimbau seluruh masyarakat Aceh dan kalangan dunia usaha untuk menanamkan semangat dan kebanggaan untuk mencintai dan menggunakan produk lokal, dengan selogan I Love Aceh.

Dijelaskan Irwandi, Semangat mengembangkan usaha di sektor non migas, telah dilakukan oleh masyarakat Aceh, seperti yang dilakukan sebuah home industri di Aceh Besar yang telah mengekspor tas bordir dan tikar ke Amerika.

Selain itu usaha produksi peci Riman Bireun Aceh utara juga telah menumbus ke beberapa negara Asean, Fakta tersebut membuktikan masyarakat Aceh punya potensi besar untuk menghasilkan produk – produk bergengsi.

Pembukaan Aceh Fair


Banda Aceh : Produksi migas Aceh yang semakin menurun mencapai 20 persen per tahun terhadap Produksi Domistik Regional Bruto Aceh, yang sebelumnya mencapai 40 persen kini hanya tinggal 12 persen, sehingga tidak dapat diandalkan sepenuhnya untuk mendongkrak perekonomian Aceh ke depan. Untuk mengatasi penurunan tersebut dan melihat potensi dan peluang bangkit dari sektor non-migas sangat terbuka lebar, terlihat dari tahun ke tahun produksi non-migas Aceh meningkat hingga delapan persen.

Sektor non-migas yang menjadi andalan Aceh antara lain pertanian, perkebunan, perikanan dan berbagai industri kerajinan masyarakat," ungkap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf saat membuka Aceh Fair Exhibition 2011, Minggu (8/5) pagi di Blang Padang, Banda Aceh, Minggu (8/5).

Dijelaskan Irwandi, kegiatan Aceh Fair Exhibition 2011 bertujuan untuk membuka pasar lebih luas terhadap karya anak bangsa, dengan mengadakan seminar, pameran kewirausahaan dan menginformasikan ribuan lapangan kerja di berbagai perusahaan di Indonesia. Menurut Gubernur Aceh, kegiatan Aceh Fair merupakan momen yang tepat bagi kalangan dunia usaha untuk mengenalkan produk Aceh ke luar negeri.

Pembukaan Acef Fair Exhibition 2011 juga dihari oleh tamu dari luar Aceh seperti Malaysia, Thailand dan negara-negara tetangga yang baru menghadiri seminar IMT-GT di Banda Aceh.